Friday, January 9, 2009

pengukuran tekanan

Tekanan adalah salah satu dari variabel-variabel proses industri yang paling dasar dan penting untuk dimonitor. Akibatnya setiap orang dapat mengenal sebuah pressure gauge. Pressure gauge berkisar dari instrument murah yang sederhana sampai dengan peralatan-peralatan kompleks dan sangat sensitif. Jika kita mempertimbangkan pentingnya pengukuran tekanan dan hubungannya dengan temperatur dan flow, maka dengan mudah kita dapat melihat pentingnya pemilihan yang benar, pemasangan dan perawatan pressure gauge.

Terminologi Pressure Gauge
Istilah-istilah berikut umum digunakan untuk menggambarkan bermacam-macam bagian dalam dari suatu pressure gauge:
Pressure sensing element - (elastic deformation unit)
Bagian dari suatu gauge mengubah bentuknya ketika tekanan pada instrumen diubah. Ingatlah bahwa elastic deformation dari elemen tekanan inilah yang ditransfer ke suatu gerakan yang diukur. Tipe pressure sensing element yang paling umum digunakan dalam pressure gauge adalah C-type Bourdon tube.
Sensing elements lainnya yang digunakan dalam gauges meliputi spiral dan helix Bourdon tubes dan juga bellows, capsules dan diagrams.
Link
Pembalut logam kecil yang menghubungkan ujung bebas dari pressure-sensing element ke sector dan pinion
Sector and Pinion
Sektor dipasang pada salah satu ujung, dipasak pada pusat pinion dan dilekatkan pada ujung bebas dari bourdon tube dengan menggunakan link. Dengan cara ini gerakan lateral dari bourdon tube diubah menjadi gaya putar yang akan menggerakkan pointer.
Pointer
Pointer menunjukkan tekanan proses pada skala gauge. Pointer juga dipasang dan bertautan dengan gear pada sector. Dengan cara ini putaran sector juga memutar pointer dan menunjukkan tekanan yang digunakan pada pressure-sensing element.
Dial (Scale)
Istilah yang lebih tepat adalah dial dari gauge. Dial ini biasanya dibuat dari aluminium, kuningan, plastik atau baja. Biasanya dial ini mempunyai latar belakang putih dengan gradasi hitam. Gradasi-gradasi utama diberi nomer.
Socket (Connectors)
Hubungan-hubungan proses biasanya terjadi pada socket. Biasanya hubungan-hubungan ini berada antara ¼” – ½” NPT (or metric equivalent). Biasanya hubungan bagian bawah atau belakang.
Case
Mounting case biasanya juga terbuat dari stainless steel, kuningan, aluminum, plastik (polypropylene) or bahan-bahan phenolic resin, tergantung pada penggunaanya. Model-model cases didesign untuk panel, flush atau local mounting

Gauge Pressure
Pressure gauges dalam kategori ini memonitor tekanan suatu proses yang relatif terhadap tekanan atmosferik atau ambient dari suatu proses. Ini berarti bahwa nilai “nol” atau reference value dari tekanan proses sesungguhnya adalah tekanan atmosferik atau kira-kira 14.7 psia pada tekanan laut. Suatu nilai tekanan diatas tekann ambient akan ditunjukkan pada tipe agauge ini. Tekanan yang ditunjukkan pada tipe gauge ini akan disebut tekanan gauge atau tekanan efektif. Sebagian besar pressure gauges yang digunakan dalam proses-proses industri memonitor tekanan-tekanan “efektif”.
Absolute Pressure
Pressure gauges dalam kategori ini memonitor tekanan suatu proses yng relatif terhadap perfect vacuum. Nilai “nol” atau reference pressure dari suatu gauge dalam kategori ini merupakan suatu perfect vacuum. Pada level laut, penunjukan pada tipe gauge ini kira-kira 14.7 psia tanpa adanya tekanan proses yang diberikan pada gauge. Nilai-nilai tekanan yang ditunjukkan pada tipe gauge ini akan disebut sebagai tekanan absolut. Tekanan-tekanan absolut biasanya dimonitor dalam bidang termodinamika.
Vacuum Pressures
Pressure gauges dalam kategori ini digunakan untuk memonitor tekanan dibawah tekanan ambient atau tekanan atmosferik lolal. Nilai “nol” atau reference pressure untuk tipe gauge ini merupakan tekanan atmosferik. Suatu nilai dibawah tekanan ambient akan memberikan suatu petunjuk pada skala dari gauge.

Beberapa factor harus dipertimbangkan dalam pemilihan pressure gauge untuk penggunaan tertentu, yang meliputi:
•Gauge harus mampu mengukur range proses tekanan tanpa melebihi range dari gauge dan tanpa merusak pressure-sensing element. Idealnya tekanan operasi normal dari proses harus jatuh dalam separuh bagian atas dari sepertiga range dari gauge. Contohnya, suatu proses dengan tekanan operasi normal 60 psi akan mempunyai gauge yang dipasang dengan range 0-100 psi.
•Temperatur operasi dari proses tidak boleh melebihi temperature operasi maksimum dari gauge. Jika temperature operasi dari proses benar-benar melebihi rate temperature untuk gauge, maka harus dipertimbangkan untuk mengisolasi gauge dari proses, seperti yang telah dibicarakan sebelumnya.
•Komposisi bahan kimia dari proses harus sesuai dengan gauge atau harus digunakan suatu peralatan isolasi yang telah dibicarakan sebelumnya.
•Jika proses akan mengalami pressure pulsation, maka harus dipertimbangkan untuk menggunakan liquid filled gauge atau snubbers seperti yang telah dijelaskan secara garis besar sebelumnya. Kombinasi kedua peralatan tersebut juga dapat digunakan.
•Gauge harus dapat mengukur tipe tekanan yang sedang dimonitor, apakah tekanan itu tekanan efektif (gauge), absolute atau vakum.
•Ketepatan gauge harus dipertimbangkan. Suatu quality manufactured gauge akan mempunyai ketepatan  1% dari upper range value nya Sebuah gauge tes kalibrasi standard akan mempunyai ketepatan  .25 % dari upper range value nya.
•Tersedia gauges dengan skala ganda. Gauge-gauge tersebut akan digunakan dalam situasi-situasi dimana range pengukuran adalah relatif terhadap variabel lainnya seperti tekanan (psi) dan volume (cu.ft.). Gauges ini disebut compound gauges.
•Tersedia juga gauges yang memonitor tekanan tetapi menunjukkan suatu skala dalam persen. Gauges ini disebut receiver gauges.


0 comments: